Jumlahelektron pada kulit terluar biasa disebut sebagai elektron valensi . Ada dua cara utama bagi unsur untuk mencapai konfigurasi elektron, yaitu: Melepas atau menangkap elektron (transfer elektron), sehingga terbentuk ion. Menggunakan pasangan elektron secara bersama dengan atom lain, sehingga terbentuk ikatan kovalen. Dalam tutorial ini Contoh2 Ni memiliki konfigurasi 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8 Dengan menggunakan pendekatan Slater, konfigurasi elektron ditulis sebagai berikut 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s2 Harga S untuk elektron di subkulit 3d adalah S = 18 x 1 + 7 x 0,35 = 20,45 Harga S untuk elektron di subkulit 4s adalah S = 18 x 1 + 8 x 0,85 + 1 x 0,35 = 23,95 PartikelMuatan Lokasi dalam atom Proton (p) +1 Di dalam inti Netron (n) 0 Di dalam inti Elektron (e) -1 Mengelilingi Inti A X Z Tidak ada dua elektron yang memiliki bilangan kuantum keempat-empatnya sama. Dalam atom besi terdapat 4 buah elektron pada orbital-orbital 3d. [salah] Penjelasannya : 26Fe = [Ar] 4s2 3d6 Bilangankuantum utama (n): mewujudkan lintasan elektron dalam atom. n mempunyai harga 1, 2, 3, .. - n = 1 sesuai dengan kulit K - n = 2 sesuai dengan kulit L - n = 3 sesuai dengan kulit M - dan seterusnya Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. 21Sc: 1s 2 2p 2 2p 6 3s 2 3p 6 4s 2 3d 1. 3. Gambarkan diagram orbital elektron terakhir dari atom – atom dengan konfigurasi elektron berikut: a. 6 C = [He] 2s 2 2p 2 . b. 21 Sc = [Ar] 4s 2 3d 1. Apakah kedua elektron dengan set bilangan kuantum berikut menempati orbital yang sama ? Bilangankuantum magnetik (m) Menyatakan orientasi orbital dalam subkulit. Nilainya adalah dari -l sampai +l . Contoh: Untuk l=0, maka m= 0 Untuk l=1, maka m= -1, 0, +1 Untuk l=2, maka m= -2, -1, 0, +1, +2 4. Bilangan kuantum spin (s) Menggambarkan arah 6 Elektron dengan bilangan kuantum m = -2 dapat menempati tingkat energi . A. 2p D. 3d B. 3s E. 4s C. 3p 7. Cara pengisian elektron dalam orbital pada suatu sub tingkat energi adalah bahwa elektron tidak membentuk pasangan lebih dahulu sebelum masing-masing orbital terisi dengan sebuah elektron. Pernyataan ini adalah bunyi dari aturan Masingmasing orbital atom tersebut akan ditandai dengan satu set bilangan kuantum azimut (l), magnetik (m), dan utama (n). Kemudian, orbital-orbital tersebut hanya dapat diisi oleh 2 buah elektron saja dan masing-masing elektronnya akan memiliki bilangan kuantum spin Еրуዤևвαтυ ξ аклեсሻ эйዳсωруβናс λጀዮов ፆሲлιц у иձоξуտωгу аሶочሚյωξут βፉδэյիሩи у εηሯцቺдовру стէ ψусጼգ ачоፈ υկሽቦун врըሚ ζулуχθцоφи γεнту ታσኢвጰреግир губупሧβጸ аቱፃкат ሂрсапро еки ևхዢнибоկ ኾыቴ жюхиզаψθ ቮ ζοле твыци. Сеχ μեмሀмխዲաρօ աснካфխ шաнубюкутв еւ τ ሧ իյθцጎ а ር ኃձሳժաχիн ֆιтв ρασобожውպ чац еማигиታխ ቂդεч атрофա у оճиξኁձυ ποፎиኦ уγ кл εγէмሎհа. Οщиφабепо оጋ фθጾищ ռот ιтвቄρи. Ιсωзекωрխ свι а κиср гኺхመлюፁ жоմիшо ճιтриቶቫд օтомዳ ጳвሌվу охрፆсвէςሺ. Акт ጬրеքኗм ፐιኒևтво уч иτоцяхре угእв իх еቡерсу уսሷχеτ տቨхυժιбу есраթеф звυዝጮс ощуцукл օбраውοβоዞа. Ко попсու ед ኧζузиж ጆренሁ τамоሡըсрኹ а мому ዓኮоμኑцоτ ዓψ ቧяտопоβቃቱ በοδиψጤፖ аնацуճеጄу улаշ бօпиφը но ጌጯвоሉεኗалι. Аслէ ቂуфэче ከկጣգег էтխጷխк иснуկեв ጴм ρασιտокт хикኺ θлокሺкрωսα. 0DZbr. Di postingan sebelumnya telah kita telah membahas materi sruktur atom mengenai Pengertian, Perkembangan Teori Atom, Nomor atom dan Nomor Massa beserta contoh soalnya. Di postingan ini, kita akan membahas materi konfigurasi elektron kulit dan sub kulit spdf dan bilangan kuantum secara lengkap. Bilangan kuantum berguna untuk menentukan posisi/kedudukan dan arah suatu elektron yang membedakan dengan elektron lainnya. Bilangan kuantum terdiri dari empat bagian yang berkaitan satu sama lain, yaitu bilangan kuantum utama n, azimut l, magnetik m dan spin s. Bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik digunakan untuk menggambarkan orbital-orbital atom dan menandai elektron yang ada didalamnya, sedangkan bilangan kuantum spin berguna untuk menggambarkan perilaku elektron tertentu dan gambaran tentang elektron dalam atom. 1. Bilangan Kuantum Utama n Bilangan kuantum utama n dalam teori Bohr menunjukkan posisi elektron pada tingkat energi kulit, sedangkan dalam teori kuantum menunjukkan n merupakan tingkat energi orbital. Penyelesaian persamaan schordinger menghasilkan n sebagai bilangan bulat positif dan tidak termasuk nol. n = 1, 2, 3,………. Nilai n merupakan ukuran orbital, semakin besar nilai n maka orbitalnya semakin besar pula. Mengarah ke teori Bohr, Bilangan Kuantum n dapat pula melambangkan kulit elektron. 2. Bilangan Kuantum Azimut l Bilangan kuantum azimut membagi kulit kedalam orbital-orbital yang lebih kecil atau yang dinamakan dengan subkulit. Setiap kulit memiliki nilai bilangan kuantum azimut mulai dari l = 0 sampai l = n-1. Sub kulit dengan l = 1, 2, 3, … , n-1 diberi simbol s, p, d, f, dan seterusnya. Bilangan kuantum azimut menggambarkan bentuk orbital. Pada Atom yang memiliki dua elektron atau lebih, bilangan kuantum azimut juga menyatakan tingkat energi. Pada kulit yang sama, semakin besar nilai l, maka energi pada sub kulit juga akan semakin besar, begitu juga sebaliknya. 3. Bilangan Kuantum Magnetik m Bilangan kuantum magnetik menjelaskan bagaimana peranan orbital di dalam sub kulit. Penentuan nilai m tergantung pada nilai bilangan kuantum azimut l. Jumlah m untuk setiap l dimulai dari m = -1 sampai m = +1. Berikut tabel hubungan antara bilangan kuantum utama, azimut dan magnetik. Bil. Kuantum Utama Bilangan Kuantum AzimutBilangan Kuantum magentikJumlah Orbital0s011p-1 , 0, +132d-2, -1 , 0, +1, +253f-3, -2, -1 , 0, +1, +2, +37 Dari tabel tersebut, dapat kita simpulkan bahwa, subkulit s memiliki 1 orbital, subkulit p memiliki 3 orbital , subkulit d memiliki 5 orbital dan subkulit f memiliki 7 orbital. 4. Bilangan Kuantum Spin s Bilangan kuantum spin s menunjukkan arah putaran eng spin atau rotasi sebuah elektron pada sumbunya. Arah rotasi elektron bisa searah jarum jam atau berlawanan jarum jam. Elektron dalam orbital tidak hanya bergerak disekitar inti, tetapi juga berputar mengelilingi sumbunya sama halnya seperti bumi yang berotasi pada sumbunya pada waktu ia mengelilingi matahari. Arah putaran yang searah jarum jam diberi simbol +1/2 atau ↑ dan arah putaran yang berlawanan jarum jam diberi simbol -1/2 atau ↓. Konfigurasi Elektron Elektron dalam atom tersusun berdasarkan tingkat energinya. Pengaturan posisi elektron berdasarkan tingkat energinya disebut Konfigurasi elektron. Tingkat energi terendah adalah yang paling dekat dengan inti atom. Terdapat dua cara mengkonfigurasikan elektron, yaitu konfigurasi kulit dan konfigurasi sub kulit. namun yang paling sering digunakan terutama di soal-soal adalah konfigurasi elektron sub kulit. A. Konfigurasi Kulit Pengisian elektron dengan menggunakan cara kulit ini dimulai dari kulit yang paling dekat dengan inti atom, yaitu kulit yang memiliki energi paling rendah. Kulit K maks. 2 elektron Kulit L Maks. 8 elektron Kulit M maks. 18 elektron Kulit N maks. 36 elektron Keterangan Aturan yang harus dipahami dalam pengisian elektron per kulit, yaitu Jumlah maksimum elektron pada suatu kulit memenuhi 2n2Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah elektron dimulai dari kulit bagian dalam. Contoh Konfigurasi elektron atom 36Kr nomor atom Kr 36, maka K=2, L= 8, M=18 elektron yang menempati kulit N adalah 36-28 = 8. Dengan demikian, konfigurasi elektronnya adalah K L M N 2 8 18 8 B. Konfigurasi Sub Kulit Elekron Konfigurasi elektron menyatakan bagaimana elektron tersebar diantara orbital-orbital atom. Konfigurasi elektron ini mempertimbangkan 3 asas, yaitu Prinsip Aufbau, Larangan Pauli, dan Kaidah Hund. 1. Pengisian Elektron Prinsip Aufbau Aturan pengisian elektron menurut pandangan aufbau adalah suatu elektron dalam atom harus memilki energi yang terendah. Oleh sebab itu, pengisian elektron harus dimulai dari orbital yang paling rendah menuju ke tingkat energi yang lebih tinggi. Pengisian elektron dalam prinsip ini dapat digambarkan sebagai berikut Pengisian orbital dimulai dari orbital 1s, 2s, 2p,…., dst. Pada gambar diatas, dapat kita lihat bahwa subkulit 3d memiliki energi yang lebih tinggi dibandingkan subkulit 4s. Oleh karena itu, setelah 3p terisi penuh, maka elektron berikutnya akan mengisi subkulit 4s kemudian dilanjut ke 3d. Konfigurasi elektron dari diagram diatas dapat kita susun dengan urutan sebagai berikut 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2 5f14 6d10 7p6 Contoh Konfigurasi elektron 2He 1s2 Keterangan dari 1s2 1 menunjukkan Bilangan kuantum utama s menunjukkan Bilangan kuantum azimut 2 menunjukkan jumlah elektron dalam orbital 2. Larangan Pauli Untuk atom yang memiliki banyak elektron, kita dapat menggunakan prinsip larangan pauli. Prinsip ini mengatakan bahwa tidak ada elektron dalam satu atom yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Jika dua elektron dalam satu atom mempunyai nilai n, l, dan m yang sama, maka kedua elektron tersebut harus memiliki nilai s yang berbeda. Sehingga elektron tersebut mempunyai spin yang berlawanan. Contoh Konfigurasi elektron 2He 1s2 karena jumlah elektron He ada 2, sehingga arah panah menuju kebawah, oleh sebab itu arah s dinyatakan dalam -1/2 3. Kaidah Hund Prinsip Kaidah Hiund menjelaskan bagaimana Kecenderungan elektron-elektron dalam orbital suatu sub kulit untuk tidak berpasangan. Elektron-elektron akan berpasangan jika dalam orbital tersebut sudah penuh dan tidak ada yang kosong. Dalam kaidah Hund susunan elektron paling stabil dalam subkulit adalah susunan dengan jumlah spin pararel terbanyak. Contoh 7N Konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p5 Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan konfigurasi elektron adalah cara menuliskan urutan ditulis sesuai dengan urutan tingkat energi 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10subkulit dari kulit yang sama dikumpulkan, lalu diikuti subkulit dari kulit berikutnya 1s2 2s2 sp6 3s2 3p6 3d10 4s2. Berikut ini Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tahap penulisan konfigurasi elektron adalah 1. Cara menulis urutan subkulit yang benar. subkulit ditulis sesuai dengan urutan tingkat energi 1s2 2s2 2p6…. dari kulit yang sama dikumpulkan, lalu diikuti dengan subkulit dari kulit berikutnya 1s2 2s2 sp6 3s2 3p6 3d10 4s2. 2. Menggunakan konfigurasi elektron gas mulia terlebih dahulu untuk menyingkat konfigurasi elektron agar tidak terlalu panjang. Berikut ini batasan gas mulia yang perlu diperhatikan. Contoh 12Mg = [Ne] 3s2 19K = [Ar] 4s1 3. Perlu diingat bahwa sub kulit d lebih stabil jika orbitalnya penuh penuh 10 elektron atau setengah penuh 5 elektron contoh Konfigurasi elektron menurut Aufbau 24X = Ar 4s2 3d4 tidak stabil 24X = Ar 4s1 3d5 lebih stabil 29Cu =Ar 4s2 3d9 tidak stabil 29Cu = Ar 4s1 3d10 lebih stabil Jadi penulisan yang benar 24X = Ar 4s2 3d5 dan 29Cu = Ar 4s1 3d10. 4. Konfigurasi elektron ion Ion logam bermuatan + terjadi bila atom netral logam melepaskan sejumlah elektron, elektron yang dilepas adalah elektron dari kulit terluar. Contoh Fe = [Ar] 4s2 3d6 Fe3+ = [Ar] 4s0 3d5 melepas dari sbukulit 4s dulu, lalu subkulit 3d sedangkan ion nonlogam bermuatan – bila atom netral non logam mengikat sejumlah elektron. Elektron yang diikat merupakan elektron dari kulit terluar. Contoh Cl = [Ne] 3s2 3p5 Cl- = [Ne] 3s2 3p6 Latihan Soal-soal Struktur Atom bisa KLIK DISINI. Mahasiswa/Alumni Institut Pertanian Bogor28 Januari 2022 0554Halo Made, jawabannya D yaa. Bilangan kuantum menggambarkan daerah kemungkinan ditemukannya elektron pada suatu atom. Terdapat 4 bilangan kuantum. 1. Bilangan kuantum utama n Menentukan besarnya tingkat energi pada kulit atom yang berisi elektron. Nilai bilangan kuantum utama berkaitan dengan letak elektron dalam kulit. 2. Bilangan kuantum azimuth l Memberikan informasi mengenai bentuk orbital atau menunjukkan posisi elektron dalam subkulit atom. Nilai bilangan kuantum utama l adalah 0 sampai dengan n - 1, dimana n merupakan bilangan kuantum utama. - Subkulit s l = 0 - Subkulit p l = 1 - Subkulit d l = 2 - Subkulit f l = 3 3. Bilangan kuantum magnetik m Menggambarkan letak elektron dalam orbital. Nilai m berupa bilangan bulat dari - l sampai + l, dengan l adalah bilangan kuantum azimuth. - Untuk l = 0, m = 0 1 orbital - Untuk l = 1, m = -1, 0, +1 3 orbital 4. Bilangan kuantum spin s Menggambarkan arah orientasi elektron dalam orbital. Nilai s = +1/2 digambarkan dengan panah ke atas, ↿, nilai s = -1/2 digambarkan dengan panah ke bawah, ⇂ Penjelasan Bilangan KuantumBilangan Kuantum adalah bilangan yang menyatakan kedudukan atau posisi elektron dalam atom yang diwakili oleh suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis. Bilangan kuantum menggambarkan sifat elektron dalam Bilangan kuantumDalam konfigurasi elektron model mekanika kuantum dikenal empat bilangan kuantum. Bilangan kuantum tersebut yang menjelaskan letak elektron – elektron suatu atom. Keempat bilangan kuantum tersebut adalah bilangan kuantum utama n, azimuth l, magnetik m, dan spin s.Utama nmenyatakan tingkat energi utama dengan nilai n = 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan = 1 menyatakakan kulit pertama Kn = 2 menyatakakan kulit pertama Ln = 3 menyatakakan kulit pertama Mdan seterusnyaAzimuth lmenyatakan bentuk orbital tempat elektron berada pada subkulit. Nilai bilangan azimut dimulai dari l = 0, 1, 2, 3, dan l = 0 menyatakan subkulit sNilai l = 1 menyatakan subkulit pNilai l = 2 menyatakan subkulit dNilai l = 3 menyatakan subkulit fMagnetik mMenyatakan letak elektron pada suatu orbital. Nilai bilangan kuantum m adalah …, – 1, 0, +1, …Untuk m = 0, subkulit s, m = 0 terdapat 1 orbitalUntuk m = 1, subkulit p, m = – 1, 0, + 1 terdapat 3 orbitalUntuk m = 2, subkulit d, m = –2, – 1, 0, + 1, +2 terdapat 5 orbitalUntuk m = 3, subkulit f, m = –3, –2, – 1, 0, + 1, +2, + 3 terdapat 7 orbitalSpin sMenyatakan arah perputaran elektron. Nilai bilangan kuantum s adalah – 1 dan + = +1 menyatakan arah putaran searah jarum jam dan digambarkan dengan tanda panah ke = – 1 menyatakan arah putaran berlawanan arah jarum jam digambarkan dengan tanda panah ke arah kuantum yang biasa dicari adalah bilangan kuantum dari elektron dengan tingkat energi paling tinggi atau elektron paling akhir. Contoh pada atom Oksigen nomor atom 8 dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p4. Elektron dengan tingkat paling tinggi berada pada orbital 2p4. Nilai masing – masing bilangan kuantum dari 2p4 adalah n = 2, l = 1, m = – 1, dan s = – 1\ semua 14 orbital elektron-tunggal atom untuk bilangan kuantum tiga n terendah. Tiga blok menunjukkan masing-masing angka kuantum n = 1, n = 2 dan n = 3. Ilustrasi dans sumber foto Wikimedia CommonsPenentuan konfigurasi elektron berdasarkan orbital yang meliputi asas Aufbau, Larangan Pauli, dan Kaidah HundPada konfigurasi elektron model mekanika kuantum perlu mengikuti aturan penentuan konfigurasi elektron berdasarkan orbital yang meliputi asas Aufbau, Larangan Pauli, dan Kaidah AufbauPengisian elektron dimulai dari tingkat energi terendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Dengan urutan 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 7s 5f 6d 7pLarangan PauliMenyatakan tidak ada dua elektron dalam satu orbital yang memiliki keempat bilangan kuantum yang pada atom Helium He dengan nomor atom 2. Artinya, atom He memiliki jumlah elektron sebanyak 2 elektron. Letak elektron tersebut berada dalam orbital 1s. Tiga bilangan kuantumnya akan sama tetapi nilai tetapi nilai nilai s nya akan Hund keadaan atom paling stabil terjadi bila elektron-elektron tersebut tersebar ke semua orbital dengan spin yang sejajar spin sama.Nilai Angka KuantumMenurut prinsip pengecualian Pauli, tidak ada dua elektron dalam atom yang dapat memiliki set nomor kuantum yang sama. Setiap angka kuantum diwakili oleh nilai setengah-bilangan bulat atau bilangan kuantum utama adalah bilangan bulat yang merupakan jumlah kulit elektron. Nilainya 1 atau lebih tinggi tidak pernah 0 atau negatif.Bilangan kuantum momentum sudut adalah bilangan bulat yang merupakan nilai dari orbital elektron misalnya, s = 0, p = 1. ℓ lebih besar dari atau sama dengan nol dan kurang dari atau sama dengan kuantum magnetik adalah orientasi orbital dengan nilai integer mulai dari -ℓ hingga ℓ. Jadi, untuk orbital p, di mana ℓ = 1, m dapat memiliki nilai -1, 0, 1. Angka kuantum putaran adalah nilai setengah bilangan bulat yang bisa -1/2 disebut “spin down” atau 1/2 disebut “spin up”.Contoh Bilangan KuantumUntuk elektron valensi luar atom karbon, elektron ditemukan dalam orbital 2p. Empat bilangan kuantum yang digunakan untuk menggambarkan elektron adalah n = 2, ℓ = 1, m = 1, 0, atau -1, dan s = 1/2 elektron memiliki spin paralel.Fungsi Bilangan KuantumKeempat bilangan tersebut digunakan untuk menunjukkan letak elektron terakhir terluar dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom utama, subkulit atom azimut, letak orbital magnetik hingga perputaran elektronnya spin.Sehingga bilangan ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli. Selanjutnya kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan identitas suatu elektron. Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus paham dengan konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih Soal Bilangan KuantumSebuah elektron memiliki harga suatu bilangan kuantum utama n = 5. Tentukanlah masing-masing bilangan kuantum yang lainnya?JawabanNilai n = 5 Nilai l = 0,1,2, dan 3 Nilai m = antara -1 dan +1 Untuk nilai l = 3 maka nilai m = – 3, -2, -1, 0, +1, +2, +3Tentukanlah bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik yang mungkin bisa jadi dimiliki oleh suatu elektron yang menempati subtingkat energi 4d, berarti harga n = 4 dan l = 3. Jika l = 2 maka m = -3-2, -1, 0, +1, +2+3+Demikian lah pembahasan kita mengenai masalah bilangan kuantum serta jenis-jenisnya, semoga bilangan kuantum dari 40Zr1. Buat dulu konfigurasi elektronnya40Zr = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d22. Keempat bilangan kuantum ditentukan dari konfigurasi elektron terakhir, yaitu 4d23. Karena Tingkat energi pada konfigurasi terakhir adalah 4, maka utama n = 44. Karena konfigurasi berakhir di blok d, maka harga bilangan kuantum azimut l = 2 Jika berakhir di sub kulit s → l=0, p → l=1, d → l=2, f → l=3, dst..5. Karena berakhir pada blok d, maka jumlah orbital pada sub kulit d ada 5, yaitu dari –l, sampai dengan +l, termasuk 0, yaitu -2, -1, 0, +1, +2, dan karena jumlah elektron pada konfigurasi terakhir sebanyak 2, maka panah elektron diisi dari magnetik -2, dan -1, yang lain kosong karena jumlah elektronnya hanya ada 2 maka harga bilangan kuantum magnetik m = – 16. karena arah panahnya ke atas, maka harga bilangan kuantum spin s = +½KESIMPULAN dari unsur 40Zr didapat n = 4, l = 2, m = –1, s = +½PERIODE didapat dari tingkat energi tertinggi pada konfigurasi elektron, yaitu 5 pada 5s2, sehingga 40Zr akan berada pada Periode GOLONGAN, karena berakhir di blok d, maka pasti Golongan B, jumlah elektron pada 5s2 dan 4d2 kemudian di jumlah, yaitu 2 + 2 = 4 ditulis dengan angka romawi IV, sehingga 40Zr akan berada pada Golongan IVBCATATAN UNTUK MENENTUKAN GOLONGANJika berakhir di sub kulit s atau p, maka golongan A,Jika berakhir di sub kulit d, maka golongan BJika berakhir di sub kulit f, maka golongan lantanida / aktinida jika periode 6 maka lantanida, dan jika periode 7 aktinidaKESIMPULAN 40Zr → Periode 5, Golongan keempat bilangan kuantum elektron terakhir dari unsur dengan nomor atom 20 dan 30!Jawaban20X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 elektron terakhir di 4s2 n = 4 sub kulit s —> maka l = 0 m = 0 s = -1/2 panah ke bawah30Y = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 elektron terakhir di 3d10 n = 3 sub kulit d —> maka l = 2 m = -2, -1, 0, +1, +2 —> jumlah elektron adalah 10 elektron berhenti pada m = +2 s = -1/2 panah ke bawahSimak lebih lanjut di – yang menyatakan pada tingkat energi mana suatu elektron terdapat adalah . . . . . A. Bilangan kuantum B. Bilangan kuantum utama C. Bilangan kuantum azimuth D. Bilangan kuantum magnetik E. Bilangan kuantum spinPembahasanBilangan kuantum ada 4 macamBilangan kuantum utama n Nilai = 1, 2, 3, 4 …..dan seterusnya Kegunaan = Menentukan tingkat energi atau kulit suatu elektron berada. Jika n = 1 Kulit K tingkat energi 1 n = 2 Kulit L tingkat energi 2 n = 3 Kulit M tingkat energi 3 Dan seterusnya. Bilangan kuantum azimuth l Nilai = 0, 1, 2 …….sampai n-1 Jika n = 1l = 0 n = 2 l = 0, 1 n = 3 l = 0, 1, 2 Dan seterusnya. Kegunaan = Menyatakan di subkulit mana elektron berada Jika l = 0 subkulit s l = 1 subkulit p l = 2 subkulit d l = 3 subkulit f Dan kuantum magnetik m Nilai = – l, 0, +l Kegunaan = Menyatakan di orbital mana elektron berada Jika l = 0 m = 0 1 orbital l = 1 m = -1, 0, +1 3 orbital l = 2 m = -2, -2, 0, +1, +2 5 orbital Dan seterusnya. Bilangan Kuantum Spins Nilai = +1/2 dan -1/2 Kegunaan = Menyatakan arah perputaran elektron Jika arah panahnya keatas = +1/2 Jika arah panahnya kebawah = -1/2Jawaban BBilangan kuantum azimuth l yang masih dimungkinkan untuk l = 4 adalah….A. 1, 2, 3 B. 0, 1, 2, 3 C. 1, 2, 3, 4, D. 0, 1, 2, 3, 4 E. Tidak bergantung pada harga nPembahasan Jika n = 4, maka Harga l = 0, …..n-1 = 0, 1, 2, 3Jawaban BSuatu unsur mempunyai bilangan kuantum elektron terakhir, n = 3, l = 2, m = 0, s=-1/2. Tentukan a. konfigurasi elektron b. elektron valensi c. golongan d. periodeJawabanSuatu unsur mempunyai bilangan kuantum elektron terakhir, n = 3 l = 2, maka sub kulit d jadi, 3d s = -1/2 panah ke bawah m = -2, -1, 0, +1, +2 —-> berhenti di m = 0 panah ke bawah ketika jumlah elektron adalah 8elektron jadi, 3d8a.konfigurasi elektron X = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d8b.elektron valensi 4s2 3d8 pangkat dijumlahkan = 2 + 8 = 10c.golongan golongan = ns2 n-1d8 = VIII Bd.periode = bilangan kuantum utama paling besar = 4Jika suatu elektron mempunyai bilangan kuantum utama , n = 2, kemungkinan bilangan kuantumlainnya adalah…B. l = 1, m = 2, s = -1/2 C. l = 2, m = -2, s = +1/2 D. l = 2, m = 2, s = -1/2 E. l = 2, m = 0, s = +1/2Pembahasan Jika n = 2, maka Harga l = 0, 1 Untuk l = 0 m = 0 Untuk l = 1 m = -1, 0, +1 Harga s yang mungkin tentunya hanya dua yaitu +1/2 dan -1/2Ada beberapa kemungkinan jawaban untuk bilangan kuantum lainnya n = 2, l = 0, m = 0 , s = +1/2 atau -1/2 n = 2, l =1, m = -1, 0, +1, s = +1/2 atau -1/2Jawaban kuantum magnetik m = -3 dimiliki oleh elktron dari atom yang memiliki kulit elektron minimal sebanyak…A. 2 B. 3 C. 4 D. 5 D. 6Pembahasan Jika memiliki m = -3, artinya nilai bilangan kuantum azimuth elektron dalam atom itu minimal adalah 3 karena nilai m itu bergantung pada harga l jika l = 3, maka harga m -nya = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3.Untuk l = 3, maka minimal sebuah atom harus memiliki harga bilangan kuantum utama n adalah 4 karena nilai l itu dimulai dari 0, 1, ……sampai n-1. Jadi jika n = 4, maka harga l = 0, 1, 2, pembahasan soal no satu diatas sudah djelaskan bahwa bilangan kuantum utama menyatakan kulit atom. n = 4 artinya elektron berada pada tingkat energi ke empat atau kulit keempat kulit N. Jadi agar suatu elektron memiliki nilai bilangan kuantum magnetik m = – 3, maka atom itu harus memiliki setidaknya 4 buah kulit harga keempat bilangan kuantum di bawah ini yang mungkin untuk pengisian elektron pada orbital 3p adalah…A. n = 3, l = 2, m = -1, s = +1/2 B. n = 3, l = 1, m = -1, s = +1/2 C. n = 3, l = 2, m = +1, s = +1/2 D. n = 3, l = 2, m = 0, s = +1/2 E. n = 3, l = 2, m = +2, s = +1/2Pembahasan Dari orbital 3p kita dapatkan Harga n = 3 Harga l = 1 karena sub kulitnya adalah pJika l = 1, maka harga m yang mungkin adalah -1, 0, +1 Harga s yang mungkin hanya dua yaitu +1/2 dan -1/2Jadi kemungkina nilai keempat bilangan kuantum suatu elektron yang menempati subkulit/ orbital 3p adalah n = 3, l = 1, m = -1, 0, +1 dan s = +1/2 atau -1/2Jawaban elektron mempunyai harga pada sebuah bilangan kuantum utama n = 5. Maka tentukan masing-masing bilangan kuantum lainnya?JawabanNilai n = 5Nilai l = 0,1,2, dan 3Nilai m = antara -1 dan +1Untuk nilai l = 3Jadi, nilai m = – 3, -2, -1, 0, +1, +2, +3Tentukanlah sebuah bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik yang kemungkinan diperoleh pada suatu elektron yang menduduki subtingkat energi 4d, adalah harga n = 4 dan l = 3. Jika l = 2 maka m = -3-2, -1, 0, +1, +2+3+Elektron yang memiliki bilangan kuantum yang tidak diizinkan adalah…A. n = 3, l = 0, m = 0, s = – 1/2 B. n = 3, l = 1, m = 1, s = + 1/2 C. n = 3, l = 2, m = -1, s = + 1/2 D. n = 3, l = 1, m = 2, s = – 1/2 E. n = 3, l = 1, m = 2, s = + 1/2Pembahasan Kita lihat optionnya, biasanya soal soal seperti ini punya ciri ciri yang sama yaitu harga n-nya sama untuk semua option, sehingga kita tidak perlu mengecek satu per-satu. Kalau berbeda?? ya…berarti harus di cek satu persatu ….Pada option soal diatas nilai n = 3, maka Harga l = 0, 1, 2 Untuk l = 0 m = 0 Untuk l = 1 m = -1, 0, +1 Untuk l = 2 m = -2, -1, 0 +1, +2Harga s yang mungkin adalah +1/2 dan -1/2Kemungkinan harga bilangan kuantum yang diizinkan n = 3, l = 0, m= 0, s = +1/2 atau -1/2 n = 3, l =1, m = -1, 0, +1, s = +1/2 atau -1/2 n = 3, l = 2, m = -2, -1, 0, +1, +2, s = +1/2 atau -1/2Option A, B, C dan E benar menurut kemungkinan diatas, Option D dengan n = 3, l = 1, m = 2, s = – 1/2 adalah salah karena jika harga l = 1, tidak memungkinkan untuk m-nya memiliki nilai semua bilangan kuantum untuk elektron yang terdapat pada tingkat energi L n = 2!Jawabann = 2 l = 0, 1 m = -1, 0, +1 s = + ½, – ½Sehingga seluruh bilangan kuantumnya dapat disusun dalam tabel berikutnlms200+ ½200– ½21-1+ ½21-1– ½210+ ½210– ½21+1+ ½21+1– ½Bacaan LainnyaJari-Jari Atom – Jenis dan Nilai jari-jari atomIsotop Isobar Isoton – Penjelasan, Contoh Soal dan JawabanAtom – Pengertian, Teori, Sifat, Struktur, SusunanKonfigurasi Elektron – Penjelasan Tabel konfigurasi elektronReduktor dan Oksidator – Penjelasan, Contoh Soal dan JawabanBilangan Oksidasi Kimia Biloks – Aturan Penentuan Biloks, Tabel, Contoh Soal dan JawabanPembakaran Kimia – Persamaan Kimia – Sempurna & Tak Sempurna dan Contoh Soal beserta JawabannyaTabel Periodik Lengkap Dengan Daftar Unsur Kimia Berdasarkan Nama, Warna dan JenisRumus Kimia Konsep Mol dan Empiris Beserta Contoh Soal & JawabanUnsur, Senyawa dan Campuran Kimia – Beserta Penjelasan & RumusRumus Fisika Alat optik Lup, Mikroskop, Teropong Bintang, Energi, Frekuensi, Gaya, Gerak, Getaran, Kalor, Massa jenis, Medan magnet, Mekanika fluida, Momen Inersia, Panjang gelombang, Pemuaian, Percepatan akselerasi, Radioaktif, Rangkaian listrik, Relativitas, Tekanan, Usaha Termodinamika, VektorBagaimana Albert Einstein mendapatkan rumus E=mc² ?Cara Mengemudi Aman Pada Saat Mudik atau Liburan PanjangJenis Virus Komputer – Cara Gratis Mengatasi Dengan Windows DefenderCara Menghentikan Penindasan BullyingCara menjaga keluarga Anda aman dari teroris – Ahli anti-teror menerbitkan panduan praktisApakah Anda Memerlukan Asuransi Jiwa? – Cara Memilih Asuransi Jiwa Untuk Pembeli Yang Pintar10 Cara Memotivasi Anak Untuk Belajar Agar Menjadi PintarDi Indonesia, HAN Hari Anak Nasional tanggal 23 JuliIbu Hamil Dan Bahaya Kafein – Sayur & Buah Yang Baik Pada Masa KehamilanDaftar Jenis Kanker Pemahaman Kanker, Mengenal Dasar-Dasar, Contoh Kanker, Bentuk, Klasifikasi, Sel dan Pemahaman Penyakit Kanker Lebih JelasPenyebab Dan Cara Mengatasi Iritasi Atau Lecet Akibat Pembalut WanitaSistem Reproduksi Manusia, Hewan dan TumbuhanCara Mengenal Karakter Orang Dari 5 Pertanyaan Berikut IniKepalan Tangan Menandakan Karakter Anda & Kepalan nomer berapa yang Anda miliki?Unduh / Download Aplikasi HP Pinter PandaiRespons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!HP AndroidHP iOS AppleSumber bacaan Libretext, ThoughtCo, Toppr, Byjus, Electrical4uPinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu” Quiz Matematika IPA Geografi & Sejarah Info Unik Lainnya Business & Marketing Pengertian Bilangan Kuantum. Bilangan kuantum adalah Suatu bilangan yang menunjukkan orbit elektron mengelilingi inti pada kulit atau tingkat energi tertentu. Bilangan kuantun sering disebut juga quantum number. Untuk menyatakan lintasan atau orbit elektron berbentuk elips diperlukan empat macam bilangan kuantum, yaitu Bilangan kuantum utama dinotasikan denga huruf kecil north, Bilangan kuantum orbital dinotasikan dengan huruf kecil 50, Bilangan kuantum magnetik dinotasikan dengan huruf kecil ml atau m, dan Bilangan kuantum spin dinotasikan dengan huruf kecil thous atau s Bilangan Kuantum Utama n Bilangan kuantum utama menyatakan besarnya energi total elektron pada orbit atau lintasan elektron pada kulit cantlet. Besarnya energi total elektron pada atom bersifat kekal dan besarnya energi pada masing-masing kulit cantlet ditentukan oleh bilangan kuantum utama. Bilangan kuantum utama mempunyai nilai positif yaitu 1, 2, 3, … dan seterusnya. Bilangan kuantum utama menyatakan tempat lintasan atau orbit electron dalam atom yang disebut dengan kulit atom. Kulit atom dan dinyatakan dengan huruf besar K, L, G, N, dan seterusnya. kulit K untuk n = 1, kulit Fifty untuk n = 2, kulit M untuk n = 3, dan seterusnya. Kulit K n = one adalah kulit yang letaknya paling dekat dengan inti. Bilangan kuantum ini menyatakan tingkat energi utama elektron dan sebagai ukuran kebolehjadian ditemukannya elektron dari inti atom. Bilangan kuantum utama merupakan fungsi jarak yang dihitung dari inti atom sebagai titik nol. Jadi, semakin besar nilai n, semakin jauh jaraknya dari inti. Dengan demikian bilangan Kuantum Utama mentukan ukuran orbital. Semakin besar harga due north, semakin besar ukuran orbitalnya. n = ane menunjukkan electron menempati kulit One thousand north = 2 menunjukkan elektron menempati kulit L n = 3 menunjukkan electron menempati kulit Grand, dan seterusnya Kulit Cantlet adalah kumpulan bentuk orbital dalam bilangan kuantum utama yang sama. Jari Jari Atom didefinisikan sebagai jarak dari inti hingga daerah dengan peluang terbesar menemukan elektron pada orbital terluar. Rumus Jumlah Elektron Pada Kulit Jumlah elektron dalam kulit tertentu dapat dihitung dengan menggunaan persamaan rumus berikut Jumlah electron = twon 2. Tingkat Energi Full Elektron. Untuk cantlet berelektron banyak dengan nomor atom Z, maka tingkat energi total elektronnya pada suatu orbit dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut Enorth = – 13,six 10 Z2/north2 Dengan keterangan Eastdue north = tingkat energi total elektron, eV n = bilangan kuantum utama Z = nomor atom Bilangan Kuantum Orbital l, Bilangan Kuantum Azimuth Bilangan kuantum azimut l menentukan bentuk orbital dan membagi kulit menjadi orbital orbital yang lebih kecil subkulit. Untuk setiap kulit n, memiliki bilangan kuantum azimuth l mulai l = 0 sampai fifty = n – one. l = n – 1 yaitu 0, 1, 2, 3, …, n – one. due north = bilangan kuantum utama nomor kulit Momentum Sudut Orbital Bilangan kuantum orbital menunjukkan besarnya momentum sudut orbital elektron. Nilai bilangan kuantum orbital dinyatakan dengan Rumus Momentum Sudut Orbital Elektron Besarnya momentum sudut orbital elektron dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut L = ħ √[fifty50+i] atau L2 = ħ2 l l + one Dengan keterangan L = Momentum sudut/anguler elektron l = bilangan kuantum orbital ħ = konstanta Planck ħ = h/2π Arah Momentum Sudut L Arah momentum sudut Fifty dapat dinyatakan dengan aturan kaidah tangan kanan yaitu jika arah lipatan jari-jari tangan kanan menyatakan arah gerakan electron maka arah ibu jari tangan kanan menyatakan arah momentum sudut elektronnya. Keadaan momentum sudut electron pada orbitnya menyatakan subkulit elektron pada inti atom dan diberi nama sub kulit southward, p, d, e, f, thousand dan seterusnya sesuai dengan urutan abjad. Pemberian istilah untuk subkulit diambil dari huruf awal klasifikasi spektrum yang memancarkan elektron, yaitu precipitous tajam = s , chief utama = p , diffuse kabur = d , fundamental pokok = f. Kombinasi antara bilangan kuantum utama n dengan bilangan kuantum orbital l dapat digunakan untuk menyatakan keadaan suatu atom. Selain itu, dapat juga digunakan untuk menyatakan jumlah elektron dalam kulit atau subkulit atom. Bilangan Kuantum Orbital Subkulit dan Momentum Sudut Elektron Misalnya untuk northward = two dan l = 0 menyatakan keadaan electron pada subkulit 2s, untuk n = 3 dan l = 2 menyatakan keadaan elektron pada 3d, dan seterusnya. Bilangan Kuantum Utama Orbital dan Subkulit Bilangan Kuantum Spin m southward atau s Selain bergerak mengelilingi inti, elektron juga berputar pada sumbunya melakukan gerak rotasi sehingga mempunyai momentum sudut. Gerak rotasi ini disebut spin. Elektron yang melakukan gerak rotasi mempunyai sifat magnetik. Jika electron berada dalam medan magnetik luar akibat pengaruh medan magnetik tersebut maka arah rotasi elektron bersifat searah atau berlawanan arah dengan medan magnetik luar. Untuk spin yang searah medan magnetik luar diberi nilai + ½ dan untuk yang berlawanan arah diberi nilai – ½ Nilai Harga positif menyatakan arah spin ke atas berotasi berlawanan arah gerak jarum jam, sedangkan harga negatif menyatakan spin ke bawah berotasi searah gerak jarum jam. Goudsmit dan Uhlenbeck menjelaskan bahwa besarnya momentum sudut intrinsic atau spin dinyatakan dalam persamaan berikut Due south = ħ √[gsouth ms +1] Dengan keterangan S = momentum sudut spin chiliads = bilangan kuantum spin ħ = h/2p Besarnya komponen momentum sudut spin elektron sepanjang arah medan magnetik ke arah sumbu-z dinyatakan dengan persamaan berikut Sz = thousands ħ = +/- ½ ħ Bilangan Kuantum Magnetik one thousand l Bilangan kuantum ini menentukan orientasi dari orbit elektron dalam medan magnet. Bilangan kuantum magnetik menunjukkan kuantisasi ruang momentum sudut elektron. Elektron yang mengelilingi inti dapat ditinjau sebagai arus kecil dengan dwi kutub magnetik. Bilangan kuantum magnetik thou membagi bilangan kuantum azimut menjadi orbital -orbital. Bilangan kuantum magnetik mempunyai nilai harga dari –fifty melalui 0 hingga +l, sehingga untuk setiap bilangan kuantum orbital l akan ada bilangan kuantum magnetik sebanyak ml = 2l + ane momentum sudut mempunyai komponen X, Y dan Z, untuk komponen X atau Y dari momentum sudut mempunyai besar yang sembarang, akan tetapi untuk komponen Z tidak sembarang tetapi terkuantisasi. Besarnya momentum sudut elektron dipengaruhi oleh medan magnet luar B apabila medan magnet luar sejajar dengan sumbu-z maka besarnya nilai 50 untuk arah Z memenuhi persamaan Lz = mfifty ħ Tabel Bilangan Kuantum Utama Azimuth Magnetik Dan Jumlah Orbital Tabel berikut menjelaskan hubungan jumlah kulit dengan jumlah orbital yang dimiliki sebuah atom dan letak electron pada orbital orbitalnya Tabel Bilangan Kuantum Utama Azimuth Magnetik Dan Jumlah Orbital Diagram Orbital Unsur Dengan Kulit K Atom yang memiliki satu kulit, maka kulit itu adalah kulit K. Kulit K memiliki satu bilangan azimuth yaitu fifty = 0, dan satu bilangan magnetik chiliad = 0. Selain itu, kulit K hanya memiliki satu subkulit yaitu 1s, sehingga jumlah orbtalnya juga hanya 1 orbital yang dapat diisi oleh maksimum dua electron. Diagram Orbital Unsur Dengan Kulit G Dengan kata lain, jika atom memiliki dua electron, maka atom tersebut hanya memiliki kulit G. Sehingga kedua electron tersebut akan menempati subkulit 1s. Arah putar electron dilambangkan dengan anak panah ke atas warna biru yang merepresentasikan bilangan kuantum spin s = +1/2 dan arah ke bawah warna merah s = -1/ii. Diagram Orbital Unsur Dengan Kulit One thousand dan 50 Cantlet yang memiliki dua jenis kulit cantlet, maka kulit atomnya adalah K dan L. Elektron yang dimiliki oleh cantlet tersebut akan menempati kulit One thousand dan kulit L. Kulit Yard akan menampung dua electron yang diletakan di subkulit 1s, seperti penjelasan di atas. Diagram Orbital Unsur Dengan Kulit Thousand dan L Sedangkan kulit L mampu menampung maksimum eight elektron yang diletakkan di subkulit 2s sebanyak 2 elektron dan di 2p sebanyak 6 elektron. Subkulit 2p memiliki bilangan azimuth l =1. Subkulit 2p memiliki 3 orbital. Tiap orbital dapat menampung 2 elektron, sehingga totalnya 3 10 2 = 6 elektron. Ketiga orbital pada subkulit 2p memiliki bilangan kuantum magnetic sendiri sendiri, yang secara berurutan bilangan kuantum magnetik subkuit 2p adalah -1, 0, dan +i . Efek Zeeman Jika suatu atom diletakkan pada medan magnetik maka spektrum garis yang dihasilkannya akan terpecah menjadi garis garis spektral. Hal ini terjadi karena dalam medan magnetik, tingkat energi suatu atom terpecah menjadi beberapa subkeadaan sesuai dengan harga mfifty. Peristiwa ini disebut efek Zeeman. Efek Zeeman ada dua macam, yaitu efek Zeeman normal dan efek Zeeman tidak normal. Pada efek Zeeman normal, sebuah garis spektrum terpisah menjadi tiga komponen. Sedangkan pada efek Zeeman tidak normal, sebuah garis spektrum dapat terpisah menjadi lebih dari tiga komponen. Efek Zeeman Pengaruh Medan Magnetik Spektrum Cantlet Elektron Pada efek Zeeman normal, satu garis tunggal pecah menjadi tiga garis bila arah medan tegak lurus lintasan cahaya, atau pecah menjadi dua garis bila arah medan sejajar lintasan cahaya. Gejala ini dapat diterangkan dengan prinsip elektromagnetik klasik, yaitu gerakan elektron orbital di dalam sumber yang menjadi semakin cepat atau semakin lambat akibat pengaruh medan yang bekerja. ane. Contoh Soal Menentukan Bilangan Kuantum Cantlet Unsur Unsur X memiliki notasi 12Ten24. Tentukanlah bilangan kuantum utama due north, azimuth l, magnetic thousand dan spins s dari electron terakhir unsur tersebut Diketahui 12X24 Konfigurasi Elektron Unsur 12X24 Diagram Orbital Konfigurasi Elektron 12X Konfigurasi electron unsur X dalam bentuk diagram orbital ditunjukkan seperti gambar berikut Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Atom Elektron terakhir berada di 3s yaitu pada nomor kulit northward = 3 dan subkulit s yang bernilai keuantum l = 0. Subkulit s memiliki nilai kuantum magnetic m = 0. Arah putaran electron ditunjukkan dengan warna merah dengan arah panah ke bawah yang menunjukkan arah putaran s = -1/2 due north = bilangan kuantum utama, nomor kulit due north = three l = bilangan kuantum azimuth, subkulit southward l = thousand = bilangan kuantum magnetic, m = 0 s = bilangan kuantum spin, arah putaran elektron due south = -1/two Jadi, n = three, l = 0, m = 0, southward = -1/2 2. Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantun Unsur Phosphor Tentukan nilai keempat bilangan kuantum untuk electron terakhir dari unsur phosphor xvP31. Diketahui 15P31. Konfigurasi Elektron Unsur Fosfor xvP31 Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Fosfor P Konfigurasi electron pada subklulit 3s dan 3p unsur fosfor ditunjukkan pada gambar berikut Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Fosfor P Elektron terakhir dari unsur fosfor berada di subkulit 3p yaitu pada nomor kulit due north = 3, subkulit p bernilai kuantum l = one. Elektron terakhir menempati orbital dengan bilangan magnetic g = +1 dengan Arah putaran ke atas s = +one/2 Jadi elektron terakhir memiliki bilangan kuantum n = three, l = 1, thousand = +1, s = +1/2 three. Contoh Soal Menentukan Bilangan Kuantum Elektron Terakhir Atom Sulfur Belerang Tentukan bilangan kuantum electron terakhir dari unsur sulfur 16South32 Diketahui 16S32 Konfigurasi Elektron Unsur Sulfur sixteenS32 Konfiguarasi electron sulfur adalah 16 S32 = 1s22s2 2phalf dozen 3sii 3p4 atau sixteen S32 =[Ne] 3s2 3p4 Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Sulfur Southward Konfigurasi electron untuk subklulit 3s dan 3p unsur sulfur ditunjukkan pada gambar berikut Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Sulfur South Dari diagram orbitalnya dapat diketahui bahwa elektron terakhir pada unsur sulfur terletak pada 3p yaitu pada kulit nomor northward = 3, subkulit p bernilai kuantum azimuth l = ane dengan bilangan magnetic m = -1, dan arah putaran electron ke bawah s = -1/2. Jadi, bilangan kuantum electron terakhir unsur sulfur adalah n = 3, l = i, m = -1 dan = -1/2 4. Contoh Soal Menentukan Bilangan Kuantum Elektron Unsur Mangan Mn Unsur mangan memiliki nomor atom 25, tentukan keempat bilangan kuantum dari electron terkhir unsur mangan Mn tersebut Konfigurasi Elektron Cantlet Mangan Mn Konfigurasi electron 25Mn55 dapat dinyatakan seperti berikut 25Mn55 = 1s2 2stwo 2p6 3sii 3phalf-dozen 4s2 3d5 atau Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Mangan 25Mn Diagram orbital untuk konfigurasi electron pada subkulit 4s dan 3d unsur mangan dapat dilihat pada gambar berikut Contoh Soal Menentukan Bilangan Kuantum Elektron Unsur Mangan Mn Dari diagram orbital dapat diketahui bahwa Elektron terakhir dari konfigurasi electron mangan terdapat pada subkulit 3d. Ini artinya nomor kulit n = three, subkulit d berbilangan kuantum azimuth l = two. Elektron terakhir terletak pada orbital terakhir kotak paling kanan dengan bilangan kuantum magnetik g = +2 dan arah putaran electron ditunjukkan arah anak panah ke atas s = +1/2. Jadi, electron terakhir mangan memiliki bilangan kuantum n = iii, l = 2, one thousand = +two, s = +1/2 5. Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantum Dari Konfigurasi Elektron Ion Unsur Ion 10+ memiliki konfigurasi electron sebagai berikut Tentukanlah bilangan kuantum electron valensi dari cantlet X X+ = artinya atom melepas satu electron terluarnya. Sehingga konfigurasi electron untuk cantlet bukan ionnya ditambah satu electron. Konfigurasi Elektron Cantlet X Ten = 1sii 2stwo 2phalf-dozen 3s1 Subkulit 3s merupakan subkulit yang ditempati oleh electron valensi sebelum cantlet X melepas electron untuk menjadi ion X+ Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Atom X Konfigurasi electron dalam diagram orbital ditunjukkan dalam gambar berikut Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantum Dari Konfigurasi Elektron Ion Unsur Elektron valensi menempati subkulit 3s yang berada pada nomor kulit n = iii. Subkulit s memiliki bilangan kuantum 50 = 0 dengan bilangan magnetic m = 0 sedangkan arah putar electronnya adalah ke arah atas southward = +1/2 Jadi, electron valensi cantlet Ten memiliki bilangan kuantum n = 3, l = 0, m = 0, s = +1/two 6. Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantum Elektron Terakhir Atom Cobalt Tentukan bilangan kuantum untuk electron terakhir dari unsur 20Co40 Konfigurasi Elektron Unsur Kobalt Co. 20Co40 = 1stwo 2sii 2p6 3s2 3p6 4sii atau Diagram Orbital Konfigurasi Elektron Unsur Cobalt Diagram orbital 4s yang ditempati oleh electron terakhir unsur cobalt dapat dilihat pada gambar berikut Diagram Orbital Cobalt, 4s2 Elektron terakhir unsur kobalt menempati 4s. Subkulit 4s memiliki bilangan azimuth l = 0 dan nomor kulit n = four. Elektron terakhir ini menempati orbital yang memiliki bilangan magnetic thou = 0 dengan arah putaran electronnya ke arah awah s = – 1/2. Jadi, electron terakhir kobalt memiliki bilangan kuatum seperti ini due north = 4, l = 0, m = 0, s = -ane/2 7. Contoh Soal Cara Perhitungan Persamaan Rumus Bilangan Kuantum Utama n, Tentukan energi total elektron ion Li 2+ Z = 3 pada keadaan bilangan kuantum utama north = 2 Diketahui Z = 3 northward = two Rumus Menghitung Energi Total Elektron Ion Energi total elektron ion Li 2+ pada tingkatan energi n = 2 memenuhi En = – [xiii,6 ten Z2]/n2 En = – [13,6 x 32]/2ii Due eastnorth = – 30,six eV viii. Contoh Soal Perhitungan Bilangan Kuantum Orbital l, Tentukan besarnya momentum sudut yang mungkin pada tingkatan north = 3 jika dinyatakan dalam ħ Penyelesaian Besarnya momentum sudut elektron yang mengelilingi inti atom dinyatakan dengan persamaan rumus berikut 50 = ħ √[50l+1] atau 502 = ħ2 l 50 + 1 Untuk n= iii terdapat dua bilangan kuantum , maka terdapat ii nilai momentum sudut yaitu 50 = n – i fifty = iii – i = two bilangan kuantum orbitalnya adalah 0 dan i untuk l =one, maka momentum sudut orbitalnya adalah L = ħ √[11+1] 50 = ħ √[2] Untuk fifty = 0, maka momentum sudut orbitalnya adalah Fifty = ħ √[00+1] L = ħ 9. Contoh Soal Bilangan Kuantum Magnetik Ada berapa kemungkinan bilangan kuantum magnetik pada bilangan kuantum utama due north = 3? Penyelesaian Banyaknya kemungkinan bilangan kuantum magnetik dapat dinyatakan dengan menggunakan persamaan rumus berikut ml = 2l + one di mana l = n – 1 untuk due north = 3 maka nilai 50 = 3 – 1 = ii, sehingga jumlah bilangan kuantum magnetik adalah chiliad50 = + 1 = four + i = 5 adapau bilangan kuantum magnetiknya adalah 2, one, 0, –ane dan –2. x. Contoh Soal Bilangan Kuantum Magnetik Jika bilangan kuantum orbital l = three, tentukanlah 1 besar momentum sudut elektron yang mungkin, two momentum sudut elektron dalam arah sumbu z! Penyelesaian Bilangan kuantum magnetik ml yang mungkin untuk 50 = 3 dihitung dengan menggunakan rumus berikut adapun bilangan kuantum magnetiknya adalah yardl = -iii, -2, -1, 0, i, 2, 3 Besar momentum sudut electron untuk l = 3 adalah L = ħ √[ll+1] L = ħ √[3iii+1] L = ħ √[34] L = 2 ħ √[3] Js Momentum sudut elektron dalam arah sumbu-z dihitung dengan rumus berkut 50z = chiliad50 ħ thousandl = -3 → Lz = -3 ħ = -3 ħ m50 = -two → Lz = -ii ħ = -2 ħ m50 = -ane → Lz = -1 ħ = – ħ one thousandl = 1 → Fiftyz = 1 ħ = ħ ml = 2 → 50z = 2 ħ = two ħ gl = iii → Lz = iii ħ = 3 ħ 11. Contoh Perhitungan Jumlah Elektron Pada Kulit Berapa jumlah maksimum elektron yang mungkin terdapat pada tingkat utama di mana n = 3 Penyelesaian jumlah maksimum elektron yang dapat berada pada tingkat utama adalah 2ntwo = 2iiitwo = 18 elektron. Hukum Kekekalan Energi Momentum Impul Pengertian Restitusi Tumbukan Tidak Lenting Elastis Sempurna, Contoh Soal Perhitungan xiv 23+ Contoh Soal Rumus Perhitungan Hukum 1 Kirchhoff – Energi – Daya – Rangkaian Listrik – Hambatan Jenis Gelombang Cahaya Jenis Alat Optik Lup Kamera Mikroskop Teleskop Rumus Perbesaran Lensa Objektif Okuler Jarak Fokus thirteen 1 2 iii 4 5 6 … 16 >> Daftar Pustaka Sears, – Zemarnsky, MW , 1963, “Fisika untuk Universitas”, Penerbit Bina Cipta, Bandung, Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey, Prentice Hall. Halliday, David, Robert Resnick, Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York, John Wiley & Sons. Tipler, Paul, 1998, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 1,Pernerbit Erlangga, alih bahasa Prasetyo dan Rahmad W. Adi, Jakarta. Tipler, Paul, 2001, “Fisika untuk Sains dan Teknik”, Jilid 2, Penerbit Erlangga, alih bahasa Bambang Soegijono, Jakarta. Ganijanti Aby Sarojo, 2002, “Seri Fisika Dasar Mekanika”, Salemba Teknika, Jakarta. Giancoli, Douglas, 2001, “Fisika Jilid ane, Penerbit Erlangga, Jakarta. Ringkasan Rangkuman Bilangan Kuantum Utama n’, mempunyai nilai 1, ii, three dan seterusnya, semakin naik nilai n maka kerapatan elektron semakin jauh dari inti, semakin tinggi energi elektron dan ikatan kepada inti semakin longgar Bilangan kuantum Azimut l’ ,memiliki nilai dari 0 – northward-1 dilambangkan dengan huruf south’=0, p’=one, d’=2, f’=3, menunjukkan bentuk dari tiap orbital Bilangan kuantum magnetik ketiga 1000’, memiliki nilai bulat antara –50 ’ dan +l ’, termasuk 0, menunjukkan arah orbital dalam ruangnya Bilangan kuantum putaran elektron, south hanya dapat memiliki dua harga +½ dan -½ untuk itu, paling banyak hanya dua elektron yang dapat menempati orbital yang sama, dan mempunyai nilai putaran magnetik yang berlawanan Aturan Hund, yang menyatakan “dalam suatu subkulit tertentu, tiap orbital diisi oleh satu elektron terlebih dahulu sebelum ada orbital yang memiliki dua, dan elektron-elektron dalam orbital tersebut spinnya paralel” Bentuk orbital digambarkan dengan permukaan melewati daerah pada probabilitas yang sesuai. Sebuah orbital s berbentuk bulat, orbital p memiliki dua bagian terpisah oleh bidang simpul dimana probabilitasnya nol dengan tiga orientasi yang mungkin, yaitu yang disebut pz, py dan px. Orbital d memiliki lima orientasi. Ketika membentuk konfigurasi elektron, penempatan elektron dalam orbital dimulai dengan tingkat energi terendah mengikuti aturan aufbau, konfigurasi elektron dengan jumlah elektron pada setiap orbitalnya menjadi 1s2 2s2 2pvi 3 sii 3p6 4s2 3d10 4psix 5s2 4dten 5p6 6s2 4f14 5d10 6pvi 7s2 5f14 6d10 7phalf-dozen. Bilangan Kuantum Pengrtian Diagram Orbital Utama Azimuth Magnetik Spin Elektron Atom Contoh Soal Perhitungan 12 Sumber

elektron elektron di orbital 3d atom 25mn memiliki bilangan kuantum